Sunday, February 18, 2018

Metodologi Pemurnian Air

Pemurnian dan pengolahan air dilakukan agar dapat dikonsumsi
Air adalah salah satu material yang penting bagi manusia. Tubuh manusia sendiri, hampir 80 persennya mengandung air, sehingga air memainkan peranan yang penting untuk kehidupan manusia. Namun demikian, tak banyak masyarakat yang dapat menikmati untuk konsumsi air. Di Indonesia sendiri, ada beberapa wilayah yang masyarakatnya mengalami kekurangan air. Meskipun demikian, sumber air di Indonesia tergolong cukup banyak, namun proses pemurnian dan pengolahannya yang masih sangat sedikit. Akhirnya, masih banyak masyarakat di Indonesia yang kekurangan sumber air.

Air digunakan untuk berbagai hal, tak hanya digunakan sebagai air minum. Sebut saja seperti mandi, penyiraman tanaman pertanian dan perkebunan, dan bahkan untuk keperluan industri sebut saja seperti pencucian. Oleh karenanya, proses sirkulasi air di bumi mengalami banyak hal dan bahkan diantaranya mengakibatkan karakteristik air yang berbeda-beda.

Di bumi sendiri, air umumnya berada dalam dua kategori yaitu, air laut dan air bawah tanah. Masing-masing jenis air ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan komposisi kimia yang terkandung di dalammnya. Air laut terasa asin karena mengandung banyak senyawa garam didalamnya, sementara itu air bawah tanah yang ada bersifat asam, basa dan netral, dan bahkan mengandung logam-logam yang berbahaya. Oleh karena itu, proses pemurnian dan pengolahan air memerlukan metode-metode tertentu. Berikut ringkasan 11 metodologi dalam pemurnian air.

Metode penggumpalan/ coagulation. Koagulasi atau penggumapalan dilakukan dengan cara menggunakan senyawa kimia seperti alumunium sulfat, besi klorida, dan besi fulfat. Ketika dimasukkan ke dalam air, terjadi proses hidrolisis. Metode penggumpalan berakibat pada peningkatan pH pada air.

Metode Flokulasi/ flocculation. Metode flokulasi adalah sebuah proses penggumpalan partikel-partikel tertentu dengan mencampurkannya secara pelan-pelan. Metode ini sering menggunakan koagulan seperti kapur dan pengadukan dilakukan tengan menuangkan air seperti air terjun.

Metode sedimentasi/ sedimentation. Proses sedimentasi bertujuan untuk menghilangkan material tertenu secara signifikan dengan melakukan pengendapan. Setelah dilakukan pengadukan, cairan lalu didiamkan selama beberapa malam sehingga meninggalkan pengendapan di bagian bawah.

Metode penyaringan/ filtration. Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan. Filtrasi atau penyaringan dilakukan untuk menghilangkan material solid dan suspensi. Hal ini dilakukan dengan melewatkan cairan pada sebuah penyaring, dan penyaring ini bertujuan untuk menahan material solid dan suspensi.

Metode Lime-Soda. Penggunaan batu kapur sebagai proses pelunakan atau penjernihan dengan penggunaan batu kapur. Batu kapur atau sering dikatakan sebagai senyawa tawas berfungsi untuk menangkap partikel-partikel halus dalam air dan mengubahnya menjadi endapan.

Granular Activated Carbon. Penggunaan karbon aktif sebagai senyawa penangkap partikel-partikel halus pada air juga dilakukan. Aktivasi karbon menyebabkan karbon bersifat reaktif sehingga dapat mengikat partikel atau bahkan molekul-molekul tertentu. Metode ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik karena bersifat biocompatible.

Pemurnian besi dan mangan
. Pada air, aroma tidak menyenangkan dan rasa yang aneh disebabkan oleh kehadiran besi dan mangan. Untuk itu, dilakukan proses pengolahan dengan cara melakukan oksidasi pada air seperti dengan metode aerasi dan klorinasi.

Kontrol rasa dan aroma air
. Selain disebabkan oleh kehadiran unsur besi dan mangan, aroma dan rasa air juga disebabkan karena adanya mikroorganisme yang berkembangbiak di ari. Salah satu contoh adalah mikroorganisme Actinomyes, Nocardia, dan Streptomyces, atau mikroorganisme alga dari kelompok Anabaena dan Oscillatoria. Secara biologis, mikroorganisme ini menyebabkan penyakit, dan untuk menghilangkannya dilakukan metode aerasi, klroniasi dan adsoprsi.

Kontrol korosif air. Hampir semua jenis air bersifat korosif karena mengandung oksigen. Korosif atau pengkaratan terjadi karena proses oksidasi. Air yang mengandung oksigen cukup baik bagi tubuh manusia, namun apabila digunakan untuk pipa maka akan bersifat korosif dan berbahaya apalagi setelah itu dikonsumsi oleh manusia. Untuk mengatasinya dilakukan dengan melakukan pelunakan air menggunakan senyawa-senyawa alkaline yang dapat menurunkan pH.

Teknologi filtrasi membran/ membrane filtration technology. Teknologi membrane adalah salah satu metode terbarukan yang saat ini telah banyak diterapkan. Proses filtrasi yang sebelumnya dilakukan dilakukan dengan cara tradisional dan konvensional seperti penggunan pasir sebagai alat saring. Sementara itu, metode filtrasi membran menggunakan sebuah saringan dengan lubang-lubang yang cukup kecil berkisar antara mikro dan nano. Selain itu, saat ini teknologi membran telah mengadopsi sistem reverse osmosis.

Teknologi pertukaran ion/ ion exchange technology
. Yang terakhir adalah metode pertukaran ion-ion. Metode ini menggunakan ion yang diharapkan untuk mengganti ion-ion yang tidak diharapkan kehadirannya didalam air. Sebut saja seperti ion arsenic, nitrat, dan timbal. Untuk itu dilakukan metode ppertukaran ion dengan menukar ion-ion tersebut ke ion yang lebih biokompatibel seperti ion sodium.

Terumbu karang dalam masalah! bagaimana masyarakat mengatasinya?

Konservasi terumbu karang efektif dilakukan dengan peran serta masyarakat sekitar
(gambar didownload dari greenpeace.com)
Tim internasional yang terdiri dari beberapa ilmuwan telah mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kemampuan masyarakatat untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Strategi ini membuka pemahaman baru bagaimana cara kita untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan terhadap perubahan iklim. Strategi tersebut dipublikasi dalam jurnal Nature Climate Change.

Jutaan masyarakat pesisir yang berada di kawasan tropis telah terkena dampak negatif dari pemutihan terumbu karang global. Pemutihan terumbu karang atau coral bleaching disebabkan oleh naiknya pH air laut akibat larutnya karbon dioksida dalam air laut. Sebagai hasilnya, air laut yang bereaksi dengan gas karbon dioksida meningkatkan peningkatan asam asetat. Semakin tinggi konsentrasi asam asetat didalam air, maka semakin tinggi tingkat keasamannya. Hal ini lah yang sedang terjadi di beberapa wilayah perairan tropis di bumi. Untuk itu, diperlukan strategi untuk mengurangi tingkat keasaman pada air laut tersebut karena keasaman dapat merusak terumbu karang. Tentunya, ini berdampak pada ekosistem laut yang pada akhirnya dapat mengancam kehidupan di bumi.

Seperti yang dilansir dari laman situs phys.org, Profesor Joshua Cinner dari James Cook University menyatakan bahwa strategi ini diperlukan agar masyarakat dunia khususnya mereka yang tinggal di wilayah pesisir pantai dapat berpartisipasi aktif dalam rangka mengurangi pemutihan terumbu karang. Yang menjadi hal yang menarik adalah wilayah terumbu karang yang mengalami kerusakan umumnya berada di wilayah perairan tropis dengan kondisi ekonomis rendah dan menengah. Pada umumnya, masyarakat pesisir pantai yang memiliki keterbatasan ekonomis secara langsung bergantung pada ketersediaan laut. Untuk memenuhi konsumsi sehari-hari, mereka langsung menangkap ikan baik secara tradisional maupun dengan cara modern. Hal ini tentunya berimplikasi pada masyarakat pesisir pantai adalah orang-orang yang sangat bergantung pada laut, tak hanya makanan melainkan untuk hal-hal lain seperti pariwisata dan bisnis pemancingan.
Proses rehabilitasi terumbu karang yang dilakukan oleh TNI AL
Ada lima langkah yang diusulkan oleh para peneliti yang berdasarkan jurnal yang telah dipublikasi di jurnal Nature Climate Change. Menurut Professor Cinner yang juga merupakan pemimpin pada studi yang melibatkan para peneliti dari Universitas Exeter, Amerika Serikat, Australia dan Cili menyatakan bahwa masyarakat pesisir memiliki kapabilitas yang dapat mencegah terjadinya coral bleaching akibat pengasaman air laut. Berikut kelima usulan yang dipublikasi:
  1. Hal pertama ialah dengan meyakinkan masyarakat pesisir bahwa mereka memiliki aset penting lainnya yang tak hanya bersumber dari laut. Ketergantungan masyarakat pesisir disebabkan sumber ekonomis mereka semata-mata hanya bergantung dari ketersediaan laut. Oleh karenanya, masyarakat pesisir perlu untuk didampingi bahwa mereka memiliki aset lain seperti rumah, tanah, ataupun kekayaan alam lainnya seperti pepohonan dan hutan. Akan tetapi, aset-aset ini perlu dikembangkan sehingga dapat menambah sumber pendapatan mereka.
  2. Hal selanjutnya adalah dengan menyediakan fleksibilitas untuk berubah. Maksud fleksibilitas disini ialah kemampuan masyarakat untuk mengubah cara pandang dan perilaku untuk meminimalisis kekurangan ataupun untuk mendapatkan keuntungan. Menurut Profesor Eddie Allison dari Universitas Washington, Amerika Serikat yang pernyataanya ditulis di situs phys.org mencontohkan bahwa para nelayan dapat mengubah pola tangkapannya dari spesies tertentu ke spesies lain. Atau kemampuan nelayan untuk berubah dari menangkap ikan menjadi penangkaran ikan seperti ikan kerapu.
  3. Pengajaran mengenai perubahan iklim dan proses adaptasi ekosistem pantai dan laut. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa masyarakat pesisir bergantung pada ketersediaan laut baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai sumber penghasilan. Perubahan iklim tentunya berdampak pada pola penangkapan karena ikan-ikan tak lagi banyak seperti dahulu sehingga masyarakat perlu diberikan pelatihan tentang metode dan strategi baru agar mereka dapat bertahan hidup tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan laut.
  4. Peningkatan hubungan sosial. Masyarakat pesisir umumnya berada dalam struktur sosial yang sangat dekat. Mereka saling mengenal antara satu sama lain meskipun jarak antar rumah cenderung jauh. Meskipun demikian, persoalan ekonomis memaksa mereka untuk berkompetisi satu sama lain seperti istilah homo homini lupus. Padahal, hubungan sosial ini merupakan sumber daya yang berharga dan berpotensi besar apabila digunakan atau dimanfaatkan pada jalan yang tepat. Sebut saja seperti penangkaran ikan kerapu yang dikerjakan dalam sebuah kelompok sosial yang dapat meringankan masyarakat dari aspek ekonomis dan energi namun berpotensi meningkatkan taraf hidup.
  5. Pendayagunaan masyarakat adalah hal terkahir yang perlu dilakukan. Masyarakat pesisir memiliki sumber daya alam yang tak terbatas, dan itu tak hanya pada kekayaan alam saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hubungan sosial yang dimiliki oleh masyarakat pesisir sangat kuat karena adanya ikatan persaudaraan.
Secara garis besar, kelima proposal yang diajukan oleh para peneliti ini bertujuan untuk membangun kapasitas bertahan hidup atau adaptasi masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah perairan atau pesisir tropis. Keadaan masyarakat yang tergolong kompetitif dapat diatasi dengan adanya kelompok-kelompok kerja yang saling berintegrasi sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan karena masyarakat pesisir sangat bergantung pada ketersediaan laut.

Tuesday, January 9, 2018

Mencegah sepsis menggunakan nanospons makrofag

Sel makrofag dalam sel darah putih memicu terjadinya pembengkakan sepsis
Istilah sepsis mungkin sangat asing bagi para pembaca, begitu pula dengan makrofag. Namun, hal ini justru sering terjadi tanpa kita sadari. Sepsis adalah suatu mekanisme biologis yang terjadi pada tubuh ketika tubuh manusia terserang benda-benda asing seperti bakteria, senyawa kimia, atau logam. Di saat terserang, tubuh merespon dengan mengirimkan sebuah imun untuk mencegah terjadinya infeksi, sehingga menghasilkan sebuah bentuk pembengkakan di area tubuh yang terkena serangan. Lalu, mengapa harus dicegah?

Dirasah Ilmu -- Sebut saja bagian tubuh kita luka, lalu sel darah putih sebagai sel pelindung mengirimkan sel monositnya atau sel makrofag untuk melakukan tindakan karena ada zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Di saat proses pencegahan zat asing, makrofag menciptakan sitoksin (efek kemunculan sitoksin adalah demam) sekaligus menciptakan nanah sehingga terbentuk sebuah barrier untuk mencegah zat asing masuk. Efek samping dari barrier ini ialah adanya pembengkakan yang dapat mempengaruhi kinerja organ seperti kegagalan organ, septic shock, dan bahkan kematian.

Untuk mencegah terjadinya efek samping seperti kegagalan kinerja organ akibat proses auto-immune tubuh manusia, peneliti dari Universitas California San Diego menciptakan sebuah nano-spons yang dibuat dari sel makrofag. Komposisi nano-spons yang berasal dari makrofag bertujuan agar sistem immune tubuh manusia dapat mengenalnya, dan bukan menganggapnya sebagai benda asing yang bisa menjadi ancaman. Selain itu, bentuk spons ini dimaksudkan agar material ini dapat meng-absorbsi molekul yang dianggap sebagai benda asing dan mengeluarkannya dari aliran pembuluh darah.

Secara umum, tubuh manusia mengkonsumsi berbagai bahan makanan tanpa garansi yang jelas. Maksudnya adalah bakteri yang merupakan benda asing dapat masuk ke dalam tubuh kapanpun dan memicu mekanisme sepsis itu sendiri. Para dokter ataupun apoteker memberikan antibiotik sebagai solusi untuk mencegah terjadinya sepsis yang disebabkan oleh bakteria. Namun demikian, hal ini tidak dapat menurunkan resiko terjadinya pembengkakan yang disebabkan melalui proses auto-immune tubuh. Sepsis yang disebabkan bakteria umumnya menghasilkan sebuah molekul beracun bernama endotoksin, sehingga memicu pembentukan protein cytokinesis atau sitoksin yang bertanggungjawab untuk terbentuknya pembengkakan. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya pembengkakan tingkat tinggi, dibutuhkan sebuah sistem untuk meregulasi sitoksin ini.

Penelitian nanospons makrofagus ini melibatkan dua kelompok tikus berjumlah 10 setiap kelompoknya yang masing-masing terserang sepsis akibat bakteri E. Coli. Satu kelompok tikus ini lalu diberikan nanospons makrofag (sel makrofag diambil dari sel darah putih tikus tersebut), dan sisanya tidak diberikan nanospons makrofag. Dari hasil penelitian yang diterapkan, grup tikus yang diberikan nanospons makrofag tetap hidup, sedangkan kelompok tikus lainnya mati akibat pembengkakan sistemis yang terjadi akibat sepsis.

Dengan memanfaatkan sel makrofagus dari tikus, para peneliti melakukan pelapisan nanopartikel pada sel tersebut. Hasilnya, didapatkan sebuah sel makrofagus dengan membrane nanopartikel yang bertujuan untuk meng-absorbsi benda-benda asing di dalam aliran darah. Metode drugs delivery ini tak hanya dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak, tetapi juga dapat mencegah terjadinya pembengkakan yang dapat memicu kegagalan kinerja organ.

More Information: Soracha Thamphiwatana et al. Macrophage-like nanoparticles concurrently absorbing endotoxins and proinflammatory cytokines for sepsis management, Proceedings of the National Academy of Sciences (2017). DOI: 10.1073/pnas.1714267114

Wednesday, December 27, 2017

Kurangi polusi sampah plastik melalui tiga hal sederhana berikut ini

Masalah utama pencemaran air ialah polusi botol plastik
Plastik digunakan untuk banyak hal seperti tempat menampung barang-barang belanjaan. Penggunaan plastik di berbagai sektor aktivitas berujung pada peningkatan produksi plastik pada jumlah besar. Sebut saja seperti botol plastik yang digunakan sebagai tempat minuman. Namun, produksi pada jumlah yang besar meningkatkan jumlah limbah plastik yang dihasilkan dan hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan.

Dirasah Ilmu – Selain persoalan pemanasan global yang berujung pada perubahan iklim, masalah lingkungan terletak pada munculnya polusi pada tiga hal, yaitu udara, tanah dan perairan. Untuk polusi udara, kontaminasi banyak muncul pada persoalan gas rumah kaca seperti gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan gas metana yang ketiganya pada umumnya dihasilkan oleh pembakaran sempurna dari bahan bakar fosil. Sementara itu, gas rumah kaca juga sebenarnya mencemari tanah dan perairan, namun persoalannya tidak sebesar kontaminasi yang disebabkan oleh sampah plastik.

Plastik secara kimiawi terdiri atas monomer-monomer penyusunnya. Ya, struktur plastik adalah polimer dengan rantai panjang tertentu. Setiap monomer plastik yang berbeda-beda menunjukkan karakteristik yang berbeda pula seperti daya tahan terhadap suhu tertentu, kekuatan mekanik tertentu dan beragam jenis sifat tertentu. Namun, untuk pencemaran lingkungan plastik sulit untuk terurai dan dibutuhkan jangka waktu yang lama untuk terdekomposisi. Komposisi kimia penyusun plastik bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi makhluk hidup. Hal ini mengakibatkan organisme-organisme tertentu menganggap bahwa plastik merupakan sebuah ancaman yang serius.

Sebut saja polusi plastik yang terjadi di lautan saat ini, yang merusak kehidupan biota laut. Plastik yang memiliki sifat transparan dan mudah mengambang dan melayang (didalam air laut) dianggap sebagai organisme laut yang sedang berjalan. Bagi penyu
Plastik dan ubur-ubur tak ada bedanya bagi penyu
, plastik dianggap layaknya ubur-ubur yang mudah untuk dimangsa. Alhasil, kura-kura justru memakan plastik yang mampu mengancam nyawanya sendiri, dan hal ini juga terjadi pada paus orca, dan beberapa jenis burung laut. Sementara itu, di tanah, plastik yang sulit untuk teurai mengakibatkan rusaknya struktur tanah sehingga tanah mudah untuk tergerus. Atau bila ini berada di dataran tinggi, maka tanah akan mudah untuk tererosi.

Dari penjelasan sebelumnya dapat kita simpulkan bahwa, tanah dan perairan yang terkontaminasi oleh plastik disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Secara spesifik, hal ini disebabkan oleh pengelolaan limbah plastik yang tidak teratur dan tersistematis baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Untuk itu, tim Dirasah Ilmu memberikan tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh individu ataupun satu unit rumah tangga untuk mengurangi polusi sampah plastik berupa:

1. Kumpulkan botol plastik yang anda beli. Umumnya, sampah plastik yang menjadi pollutant di lingkungan ialah kemasan botol plastik air minum mineral. Ukurannya pun bermacam-macam ada yang berukuran gelas, 300ml, 600ml, dan 1,5 liter. Kemasan botol plastik ini sebenarnya dikumpulkan kembali untuk didaur ulang. Jadi, apabila anda membeli air mineral maupun minuman berenergi yang dikemas dalam botol plastik, lebih baik anda simpan dan kumpulkan. Lalu anda dapat menjualnya ke tempat pengepul dan mendapatkan uang dari hasil penjualan, atau anda dapat memberikannya kepada para pemulung sebagai bentuk sedekah.

2. Jangan bakar sampah plastik anda. Persoalan utama yang ada di Indonesia ialah setiap sampah plastik, khususnya plastik kantongan atau kresek yang ada di satu unit rumah tangga dibakar bersamaan dengan sampah lainnya. Hal ini sudah menjadi agenda harian bagi banyak orang di Indonesia khususnya mereka yang tinggal di wilayah pinggiran kota. Masyarakat urban cenderung memandang kegiatan ini sebagai salah satu bentuk “pembersihan sampah” dari rumah mereka. Padahal aktivitas ini dapat merugikan lingkungan yang baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kesehatan individunya sendiri. Oleh karena itu jangan bakar sampah plastik anda, kumpulkan dan umumnya sampah plastik ini juga didaur ulang di tempat-tempat penampungan sampah.

3. Gunakan kantongan kain atau kertas saat berbelanja. Saat ini sudah banyak jenis tas kertas atau tas kain yang dijual di pasaran. Setiap kali anda berbelanja baik itu pasar tradisional maupun pasar modern, usahakan untuk membawa tas belanjaan ini sehingga anda dapat mengurangi penggunaan sampah plastik yang ada.

Sebagai kesimpulan, polusi plastik sebenarnya disebabkan karena tidak baiknya sistem manajemen pengelolaan limbah plastik. Oleh karenanya, salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah dengan memanajemen penggunaan plastik oleh satu orang individu maupun kelompok. Semoga langkah ini bermanfaat bagi individu dan masyarakat banyak.

Monday, December 25, 2017

Mengapa kita merasa kantuk setelah makan?

Konsumsi karbohidrat berlebihan penyebab rasa kantuk setelah makan
(sumber gambar dari carapanduandotcom)
“Siap makan, lalok” adalah istilah yang sering digunakan oleh masyarakat minang untuk menyatakan seseorang yang setelah makan mengantuk. Memang, fenomena ini tergolong universal karena tak hanya masyarakat daerah, masyarakat perkotaan dan di luar negeri pun merasakan hal yang sama. Istilah food coma atau secara literal koma karena makanan disematkan pada mekanisme biologis ini. Lalu, bagaimana ini bisa terjadi?

Dirasah Ilmu – Entah mengapa yang terjadi pada sistem pencernaan manusia. Selepas makan, maka kita akan cepat merasakan kantuk. Padahal, makanan yang kita makan sebelumnya tergolong makanan yang tak membuat kantuk, sebut saja seperti makanan yang disertai dengan cabai. Tentunya, rasa pedas dan panas pada tubuh seharusnya tak membuat kantuk. Namun, hal tersebut justru membuat kantuk. Begitu pula dengan jenis makanan lain seperti sup, gulai ataupun makanan berkuah seperti mie. Meskipun demikian, ada hal yang menarik dari kesemuanya yaitu hanya di jam-jam tertentu saja kita akan merasakan kantuk selepas memakan makanan.

Dalam istilah ilmiah, -- istilah umum yang digunakan ialah food coma atau carb coma --, fenomena mengantuk selepas makan disebut dengan postprandial somnolence yang berarti merasakan nyaman atau lelah setelah makan (postprandial berarti setelah makan, somnolence berarti lelah atau nyaman). Fenomena ini disebabkan karena adanya hormon tertentu yang menyebabkan kita untuk merasa nyaman sehingga berujung pada rasa mengantuk. Untuk memahaminya lebih lanjut, kita harus memahami bagaimana sistem pencernaan pada tubuh manusia berlangsung.

Ketika kita makan, makanan yang masuk ke dalam mulut dikunyah dengan bantuan ludah yang mengandung berbagai enzim. Proses ini lalu sampai ke tenggorokan dan diteruskan ke lambung. Selanjutnya, pada saat sebelum sampai ke lambung, perut memproduksi hormon gastrin yang bertujuan untuk memicu cairan lambung untuk memulai proses pencernaan. Pada proses ini, cairan lambung yang berupa asam klorida bertujuan untuk memecah makanan menjadi zat-zat yang lebih kecil sehingga mudah diserap oleh tubuh di organ usus kecil, dan di saat yang bersamaan tubuh memproduksi hormon enterogastrone agar menjaga aliran darah pada saat proses penyerapan.

Di lain hal, untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh karena zat-zat makanan sedang diserap, organ pankreas memproduksi hormon insulin. Produksi hormon insulin juga disertai dengan produksi asam amino jenis tertentu seperti tryptophan yang secara langsung mempengaruhi otak manusia. Tryptophan adalah asam amino yang bertanggung jawab dalam hal proses kantuk pada tubuh manusia pada saat selesai makan.

Pada saat otak menerima signal adanya produksi hormone insulin, maka otak mengubah tryptophan menjadi serotonin. Hormon serotonin inilah yang membuat kita merasa santai seolah-olah ingin merebahkan badan. Setelah itu, serotonin akan diubah menjadi senyawa melatonin yang membuat anda merasa lelah yang berujung pada rasa kantuk.

Menariknya, rasa kantuk yang dialami setelah makan tak berlaku pada semua waktu makan, baik itu pagi; siang; malam. Proses kantuk dialami ketika hormon insulin diproduksi oleh pankreas yang di saat bersamaan asam amino tryptophan dikirim untuk menstimulus otak. Secara logika, waktu makan yang mempengaruhi produksi hormon insulin yang tinggilah yang membuat kita akan merasakan kantuk setiap selesai makan. Artinya, makan yang kandungan makanannya mengandung karbohidrat tinggi akan membuat rasa kantuk terjadi setelah proses pencernaan atau makan.

Jadi, apabila anda ingin menjauhi rasa kantuk selepas makan siang pada hari-hari bekerja, ada baiknya untuk mengurangi asupan karbohidrat pada saat makan.

Sunday, December 24, 2017

Jangan Minum Kopi pada Saat Perut Kosong

Minum kopi di pagi hari saat perut kosong sangat berbahaya bagi kesehatan lambung
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling nikmat tentunya bagi beberapa orang. Apalagi, minuman kopi ini diminum di pagi hari sebelum beraktivitas. Kopi panas menjadi salah satu minuman yang dapat memotivasi kita untuk memulai hari lebih baik lagi dari hari sebelumnya. Namun, anda seharusnya jangan minum kopi ketika perut kosong, yah al ini serius bagi kesehatan anda.

Dirasah Ilmu – Bagi para penikmat kopi, menikmati kopi di pagi hari selepas bangun adalah salah satu hal yang menyenangkan. Kopi panas dengan aromanya yang khas, ketika di-sruput sambil menikmati udara pagi menjanjikan kenikmatan tersendiri. Meskipun terlihat normal, ternyata meminum kopi di pagi hari dengan keadaan perut kosong dapat meningkatkan tingkat keasaman pada lambung. Justru, hal tersebut dapat membahayakan kondisi lambung seseorang, dan akhirnya dapat mempengaruhi mood si peminum. Oleh karenanya disarankan untuk setidaknya memakan makanan ringan sebelum meminum kopi seperti roti ataupun donat.

Tubuh manusia, khususnya pada organ lambung memproduksi asam klorida sebagai senyawa kimia untuk mengubah makanan yang masuk kedalam tubuh agar mudah diserap. Pagi hari adalah periode rentan karena lambung telah selesai mencerna makanan dalam tubuh sehingga tingkat keasaman pada lambung dalam keadaan tinggi. Oleh karenanya, ketika asam lambung dalam keadaan tinggi, maka kopi yang mengandung senyawa kafein akan mengalami proses dekafeinasi (yaitu sebuah proses lepasnya kafein dari kopi).

Kehadiran kafein di dalam lambung dapat menyebabkan berbagai persoalan di lambung seperti peningkatan tekanan darah dan kontraksi pembuluh darah dalam jantung atau vasoconstriction. Namun, kehadiran kafein pada perut kosong akan meningkatkan produksi asam klorida pada lambung sehingga terjadi gangguan pada proses pencernaan secara kimiawi. Semakin tinggi asam lambung maka, zat-zat makanan yang akan dicerna setelah minum kopi menjadi tidak ada. Hal ini lah yang menyebabkan perubahan mood setelah makan yang didahului dengan minum kopi. Justru, bukan memberikan semangat untuk memulai pekerjaan, malah menjadi lemas dan lesu, bahkan mengalami kecemasan.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk meminum kopi?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, apabila ingin meminum kopi pada pagi hari, usahakan meminumnya dalam keadaan perut yang sudah terisi. Jika anda tidak terbiasa untuk memakan makanan berat seperti nasi ataupun mie, anda bisa memulainya dengan memakan kudapan ringan seperti roti atau biskuit. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat keasaman pada lambung manusia.

Secara biologis, keadaan tubuh manusia pada pagi hari setelah tidur dalam keadaan hormon kortisol yang tinggi sehingga tubuh kita seolah-olah sensitif yang akhirnya membuat kita tetap terjaga. Oleh karenanya, apabila meminum kopi setelah bangun pagi justru akan membuat tubuh lebih sensitif menerima efek yang disebabkan kafein kopi di dalam lambung. Oleh karenanya, disarankan untuk meminum kopi pada saat level hormon kortisol sudah menurun yaitu di waktu pagi menjelang siang, atau dalam Islam di waktu setelah Dhuha. Sore hari juga waktu yang tepat untuk meminum kopi karena level hormon kortisol juga dalam keadaan rendah.

Sebagai kesimpulan, kopi adalah salah satu minuman penyemangat bagi beberapa orang. Namun demikian, meminum kopi di pagi hari setelah bangun adalah hal yang tidak menyehatkan karena dapat menimbulkan kecemasan, dan peningkatan detak jantung dan tekanan pada pembuluh darah diakibatkan oleh kehadiran kafein dan tingginya asam lambung.