Sunday, February 18, 2018

Metodologi Pemurnian Air

Pemurnian dan pengolahan air dilakukan agar dapat dikonsumsi
Air adalah salah satu material yang penting bagi manusia. Tubuh manusia sendiri, hampir 80 persennya mengandung air, sehingga air memainkan peranan yang penting untuk kehidupan manusia. Namun demikian, tak banyak masyarakat yang dapat menikmati untuk konsumsi air. Di Indonesia sendiri, ada beberapa wilayah yang masyarakatnya mengalami kekurangan air. Meskipun demikian, sumber air di Indonesia tergolong cukup banyak, namun proses pemurnian dan pengolahannya yang masih sangat sedikit. Akhirnya, masih banyak masyarakat di Indonesia yang kekurangan sumber air.

Air digunakan untuk berbagai hal, tak hanya digunakan sebagai air minum. Sebut saja seperti mandi, penyiraman tanaman pertanian dan perkebunan, dan bahkan untuk keperluan industri sebut saja seperti pencucian. Oleh karenanya, proses sirkulasi air di bumi mengalami banyak hal dan bahkan diantaranya mengakibatkan karakteristik air yang berbeda-beda.

Di bumi sendiri, air umumnya berada dalam dua kategori yaitu, air laut dan air bawah tanah. Masing-masing jenis air ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan komposisi kimia yang terkandung di dalammnya. Air laut terasa asin karena mengandung banyak senyawa garam didalamnya, sementara itu air bawah tanah yang ada bersifat asam, basa dan netral, dan bahkan mengandung logam-logam yang berbahaya. Oleh karena itu, proses pemurnian dan pengolahan air memerlukan metode-metode tertentu. Berikut ringkasan 11 metodologi dalam pemurnian air.

Metode penggumpalan/ coagulation. Koagulasi atau penggumapalan dilakukan dengan cara menggunakan senyawa kimia seperti alumunium sulfat, besi klorida, dan besi fulfat. Ketika dimasukkan ke dalam air, terjadi proses hidrolisis. Metode penggumpalan berakibat pada peningkatan pH pada air.

Metode Flokulasi/ flocculation. Metode flokulasi adalah sebuah proses penggumpalan partikel-partikel tertentu dengan mencampurkannya secara pelan-pelan. Metode ini sering menggunakan koagulan seperti kapur dan pengadukan dilakukan tengan menuangkan air seperti air terjun.

Metode sedimentasi/ sedimentation. Proses sedimentasi bertujuan untuk menghilangkan material tertenu secara signifikan dengan melakukan pengendapan. Setelah dilakukan pengadukan, cairan lalu didiamkan selama beberapa malam sehingga meninggalkan pengendapan di bagian bawah.

Metode penyaringan/ filtration. Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan. Filtrasi atau penyaringan dilakukan untuk menghilangkan material solid dan suspensi. Hal ini dilakukan dengan melewatkan cairan pada sebuah penyaring, dan penyaring ini bertujuan untuk menahan material solid dan suspensi.

Metode Lime-Soda. Penggunaan batu kapur sebagai proses pelunakan atau penjernihan dengan penggunaan batu kapur. Batu kapur atau sering dikatakan sebagai senyawa tawas berfungsi untuk menangkap partikel-partikel halus dalam air dan mengubahnya menjadi endapan.

Granular Activated Carbon. Penggunaan karbon aktif sebagai senyawa penangkap partikel-partikel halus pada air juga dilakukan. Aktivasi karbon menyebabkan karbon bersifat reaktif sehingga dapat mengikat partikel atau bahkan molekul-molekul tertentu. Metode ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik karena bersifat biocompatible.

Pemurnian besi dan mangan
. Pada air, aroma tidak menyenangkan dan rasa yang aneh disebabkan oleh kehadiran besi dan mangan. Untuk itu, dilakukan proses pengolahan dengan cara melakukan oksidasi pada air seperti dengan metode aerasi dan klorinasi.

Kontrol rasa dan aroma air
. Selain disebabkan oleh kehadiran unsur besi dan mangan, aroma dan rasa air juga disebabkan karena adanya mikroorganisme yang berkembangbiak di ari. Salah satu contoh adalah mikroorganisme Actinomyes, Nocardia, dan Streptomyces, atau mikroorganisme alga dari kelompok Anabaena dan Oscillatoria. Secara biologis, mikroorganisme ini menyebabkan penyakit, dan untuk menghilangkannya dilakukan metode aerasi, klroniasi dan adsoprsi.

Kontrol korosif air. Hampir semua jenis air bersifat korosif karena mengandung oksigen. Korosif atau pengkaratan terjadi karena proses oksidasi. Air yang mengandung oksigen cukup baik bagi tubuh manusia, namun apabila digunakan untuk pipa maka akan bersifat korosif dan berbahaya apalagi setelah itu dikonsumsi oleh manusia. Untuk mengatasinya dilakukan dengan melakukan pelunakan air menggunakan senyawa-senyawa alkaline yang dapat menurunkan pH.

Teknologi filtrasi membran/ membrane filtration technology. Teknologi membrane adalah salah satu metode terbarukan yang saat ini telah banyak diterapkan. Proses filtrasi yang sebelumnya dilakukan dilakukan dengan cara tradisional dan konvensional seperti penggunan pasir sebagai alat saring. Sementara itu, metode filtrasi membran menggunakan sebuah saringan dengan lubang-lubang yang cukup kecil berkisar antara mikro dan nano. Selain itu, saat ini teknologi membran telah mengadopsi sistem reverse osmosis.

Teknologi pertukaran ion/ ion exchange technology
. Yang terakhir adalah metode pertukaran ion-ion. Metode ini menggunakan ion yang diharapkan untuk mengganti ion-ion yang tidak diharapkan kehadirannya didalam air. Sebut saja seperti ion arsenic, nitrat, dan timbal. Untuk itu dilakukan metode ppertukaran ion dengan menukar ion-ion tersebut ke ion yang lebih biokompatibel seperti ion sodium.

Terumbu karang dalam masalah! bagaimana masyarakat mengatasinya?

Konservasi terumbu karang efektif dilakukan dengan peran serta masyarakat sekitar
(gambar didownload dari greenpeace.com)
Tim internasional yang terdiri dari beberapa ilmuwan telah mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kemampuan masyarakatat untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Strategi ini membuka pemahaman baru bagaimana cara kita untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan terhadap perubahan iklim. Strategi tersebut dipublikasi dalam jurnal Nature Climate Change.

Jutaan masyarakat pesisir yang berada di kawasan tropis telah terkena dampak negatif dari pemutihan terumbu karang global. Pemutihan terumbu karang atau coral bleaching disebabkan oleh naiknya pH air laut akibat larutnya karbon dioksida dalam air laut. Sebagai hasilnya, air laut yang bereaksi dengan gas karbon dioksida meningkatkan peningkatan asam asetat. Semakin tinggi konsentrasi asam asetat didalam air, maka semakin tinggi tingkat keasamannya. Hal ini lah yang sedang terjadi di beberapa wilayah perairan tropis di bumi. Untuk itu, diperlukan strategi untuk mengurangi tingkat keasaman pada air laut tersebut karena keasaman dapat merusak terumbu karang. Tentunya, ini berdampak pada ekosistem laut yang pada akhirnya dapat mengancam kehidupan di bumi.

Seperti yang dilansir dari laman situs phys.org, Profesor Joshua Cinner dari James Cook University menyatakan bahwa strategi ini diperlukan agar masyarakat dunia khususnya mereka yang tinggal di wilayah pesisir pantai dapat berpartisipasi aktif dalam rangka mengurangi pemutihan terumbu karang. Yang menjadi hal yang menarik adalah wilayah terumbu karang yang mengalami kerusakan umumnya berada di wilayah perairan tropis dengan kondisi ekonomis rendah dan menengah. Pada umumnya, masyarakat pesisir pantai yang memiliki keterbatasan ekonomis secara langsung bergantung pada ketersediaan laut. Untuk memenuhi konsumsi sehari-hari, mereka langsung menangkap ikan baik secara tradisional maupun dengan cara modern. Hal ini tentunya berimplikasi pada masyarakat pesisir pantai adalah orang-orang yang sangat bergantung pada laut, tak hanya makanan melainkan untuk hal-hal lain seperti pariwisata dan bisnis pemancingan.
Proses rehabilitasi terumbu karang yang dilakukan oleh TNI AL
Ada lima langkah yang diusulkan oleh para peneliti yang berdasarkan jurnal yang telah dipublikasi di jurnal Nature Climate Change. Menurut Professor Cinner yang juga merupakan pemimpin pada studi yang melibatkan para peneliti dari Universitas Exeter, Amerika Serikat, Australia dan Cili menyatakan bahwa masyarakat pesisir memiliki kapabilitas yang dapat mencegah terjadinya coral bleaching akibat pengasaman air laut. Berikut kelima usulan yang dipublikasi:
  1. Hal pertama ialah dengan meyakinkan masyarakat pesisir bahwa mereka memiliki aset penting lainnya yang tak hanya bersumber dari laut. Ketergantungan masyarakat pesisir disebabkan sumber ekonomis mereka semata-mata hanya bergantung dari ketersediaan laut. Oleh karenanya, masyarakat pesisir perlu untuk didampingi bahwa mereka memiliki aset lain seperti rumah, tanah, ataupun kekayaan alam lainnya seperti pepohonan dan hutan. Akan tetapi, aset-aset ini perlu dikembangkan sehingga dapat menambah sumber pendapatan mereka.
  2. Hal selanjutnya adalah dengan menyediakan fleksibilitas untuk berubah. Maksud fleksibilitas disini ialah kemampuan masyarakat untuk mengubah cara pandang dan perilaku untuk meminimalisis kekurangan ataupun untuk mendapatkan keuntungan. Menurut Profesor Eddie Allison dari Universitas Washington, Amerika Serikat yang pernyataanya ditulis di situs phys.org mencontohkan bahwa para nelayan dapat mengubah pola tangkapannya dari spesies tertentu ke spesies lain. Atau kemampuan nelayan untuk berubah dari menangkap ikan menjadi penangkaran ikan seperti ikan kerapu.
  3. Pengajaran mengenai perubahan iklim dan proses adaptasi ekosistem pantai dan laut. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa masyarakat pesisir bergantung pada ketersediaan laut baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai sumber penghasilan. Perubahan iklim tentunya berdampak pada pola penangkapan karena ikan-ikan tak lagi banyak seperti dahulu sehingga masyarakat perlu diberikan pelatihan tentang metode dan strategi baru agar mereka dapat bertahan hidup tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan laut.
  4. Peningkatan hubungan sosial. Masyarakat pesisir umumnya berada dalam struktur sosial yang sangat dekat. Mereka saling mengenal antara satu sama lain meskipun jarak antar rumah cenderung jauh. Meskipun demikian, persoalan ekonomis memaksa mereka untuk berkompetisi satu sama lain seperti istilah homo homini lupus. Padahal, hubungan sosial ini merupakan sumber daya yang berharga dan berpotensi besar apabila digunakan atau dimanfaatkan pada jalan yang tepat. Sebut saja seperti penangkaran ikan kerapu yang dikerjakan dalam sebuah kelompok sosial yang dapat meringankan masyarakat dari aspek ekonomis dan energi namun berpotensi meningkatkan taraf hidup.
  5. Pendayagunaan masyarakat adalah hal terkahir yang perlu dilakukan. Masyarakat pesisir memiliki sumber daya alam yang tak terbatas, dan itu tak hanya pada kekayaan alam saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hubungan sosial yang dimiliki oleh masyarakat pesisir sangat kuat karena adanya ikatan persaudaraan.
Secara garis besar, kelima proposal yang diajukan oleh para peneliti ini bertujuan untuk membangun kapasitas bertahan hidup atau adaptasi masyarakat pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim di wilayah perairan atau pesisir tropis. Keadaan masyarakat yang tergolong kompetitif dapat diatasi dengan adanya kelompok-kelompok kerja yang saling berintegrasi sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan karena masyarakat pesisir sangat bergantung pada ketersediaan laut.

Sunday, December 31, 2017

Menyebar pesan kemanusiaan melalui kaligrafiti

Kaligrafiti yang berasal dari kaligrafi dan graffiti, El Seed
Bagi beberapa masyarakat, khususnya masyarakat barat, menganggap orang dan kebudayaan arab adalah hal yang sangat menakutkan. Nama, bahasa dan semua yang berkaitan dengan arab dianggap sebagai bentuk teorisme. Stereotip yang salah ini membuat dunia arab mendapatkan kesulitan ketika berpadu di dunia modern seperti sekarang ini.

Namun, bagi el Seed yang merupakan artis berwarganegara Perancis keturunan Tunisia ini mampu menggabungkan budaya arab dengan seni. Melalui, kaligrafiti, ya dua buah budaya yang sangat berbeda. Kaligrafiti berasal dari dua budaya berupa kaligrafi dan graffiti. Kemampuannya dalam menggabungkan kedua budaya ini telah membawanya kepada sebuah pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Kaligrafiti telah memberikan warna baru tentang perdamaian dan persatuan bagi masyarakat pinggiran di kota Cairo, Mesir.

Seni yang diciptakan oleh El Seed bukanlah hanya sebatas seni biasa. Melalui seninya, ia mencoba menyampaikan pesan mengenai nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, seni puisi, dan perdamaian. Namun, yang menjadi pertanyaan mengapa menggabungkan kaligrafi yang merupakan seni budaya timur tengah menggunakan bahasa Arab dengan graffiti yang merupakan budaya barat dengan karakteristik kebebasan. Keduanya merupakan dua budaya yang saling bertolak belakang.

Melalui websitenya, el Seed menyatakan bahwa seni kaligrafi merupakan sebuah seni yang tak hanya sebatas kata-kata ataupun arti tertentu, melainkan adanya sebuah inspirasi bagi seseorang ketika ia melihatnya. Sehingga orang-orang, khususnya masyarakat terinspirasi ketika melihatnya pertama sekali. El Seed saat ini menerima berbagai penghargaan atas karya seninya seperti di tahun 2017 ia memenangkan hadiah dari UNESCO Sharjah Prize untuk Kebudayaan Arab, dan ia juga tergabung dalam TED Fellow members. Anda bisa melihat lebih banyak karya-karyanya baik di website ataupun di akun instagramnya.

Wednesday, December 27, 2017

Kurangi polusi sampah plastik melalui tiga hal sederhana berikut ini

Masalah utama pencemaran air ialah polusi botol plastik
Plastik digunakan untuk banyak hal seperti tempat menampung barang-barang belanjaan. Penggunaan plastik di berbagai sektor aktivitas berujung pada peningkatan produksi plastik pada jumlah besar. Sebut saja seperti botol plastik yang digunakan sebagai tempat minuman. Namun, produksi pada jumlah yang besar meningkatkan jumlah limbah plastik yang dihasilkan dan hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan.

Dirasah Ilmu – Selain persoalan pemanasan global yang berujung pada perubahan iklim, masalah lingkungan terletak pada munculnya polusi pada tiga hal, yaitu udara, tanah dan perairan. Untuk polusi udara, kontaminasi banyak muncul pada persoalan gas rumah kaca seperti gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan gas metana yang ketiganya pada umumnya dihasilkan oleh pembakaran sempurna dari bahan bakar fosil. Sementara itu, gas rumah kaca juga sebenarnya mencemari tanah dan perairan, namun persoalannya tidak sebesar kontaminasi yang disebabkan oleh sampah plastik.

Plastik secara kimiawi terdiri atas monomer-monomer penyusunnya. Ya, struktur plastik adalah polimer dengan rantai panjang tertentu. Setiap monomer plastik yang berbeda-beda menunjukkan karakteristik yang berbeda pula seperti daya tahan terhadap suhu tertentu, kekuatan mekanik tertentu dan beragam jenis sifat tertentu. Namun, untuk pencemaran lingkungan plastik sulit untuk terurai dan dibutuhkan jangka waktu yang lama untuk terdekomposisi. Komposisi kimia penyusun plastik bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi makhluk hidup. Hal ini mengakibatkan organisme-organisme tertentu menganggap bahwa plastik merupakan sebuah ancaman yang serius.

Sebut saja polusi plastik yang terjadi di lautan saat ini, yang merusak kehidupan biota laut. Plastik yang memiliki sifat transparan dan mudah mengambang dan melayang (didalam air laut) dianggap sebagai organisme laut yang sedang berjalan. Bagi penyu
Plastik dan ubur-ubur tak ada bedanya bagi penyu
, plastik dianggap layaknya ubur-ubur yang mudah untuk dimangsa. Alhasil, kura-kura justru memakan plastik yang mampu mengancam nyawanya sendiri, dan hal ini juga terjadi pada paus orca, dan beberapa jenis burung laut. Sementara itu, di tanah, plastik yang sulit untuk teurai mengakibatkan rusaknya struktur tanah sehingga tanah mudah untuk tergerus. Atau bila ini berada di dataran tinggi, maka tanah akan mudah untuk tererosi.

Dari penjelasan sebelumnya dapat kita simpulkan bahwa, tanah dan perairan yang terkontaminasi oleh plastik disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Secara spesifik, hal ini disebabkan oleh pengelolaan limbah plastik yang tidak teratur dan tersistematis baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Untuk itu, tim Dirasah Ilmu memberikan tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh individu ataupun satu unit rumah tangga untuk mengurangi polusi sampah plastik berupa:

1. Kumpulkan botol plastik yang anda beli. Umumnya, sampah plastik yang menjadi pollutant di lingkungan ialah kemasan botol plastik air minum mineral. Ukurannya pun bermacam-macam ada yang berukuran gelas, 300ml, 600ml, dan 1,5 liter. Kemasan botol plastik ini sebenarnya dikumpulkan kembali untuk didaur ulang. Jadi, apabila anda membeli air mineral maupun minuman berenergi yang dikemas dalam botol plastik, lebih baik anda simpan dan kumpulkan. Lalu anda dapat menjualnya ke tempat pengepul dan mendapatkan uang dari hasil penjualan, atau anda dapat memberikannya kepada para pemulung sebagai bentuk sedekah.

2. Jangan bakar sampah plastik anda. Persoalan utama yang ada di Indonesia ialah setiap sampah plastik, khususnya plastik kantongan atau kresek yang ada di satu unit rumah tangga dibakar bersamaan dengan sampah lainnya. Hal ini sudah menjadi agenda harian bagi banyak orang di Indonesia khususnya mereka yang tinggal di wilayah pinggiran kota. Masyarakat urban cenderung memandang kegiatan ini sebagai salah satu bentuk “pembersihan sampah” dari rumah mereka. Padahal aktivitas ini dapat merugikan lingkungan yang baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kesehatan individunya sendiri. Oleh karena itu jangan bakar sampah plastik anda, kumpulkan dan umumnya sampah plastik ini juga didaur ulang di tempat-tempat penampungan sampah.

3. Gunakan kantongan kain atau kertas saat berbelanja. Saat ini sudah banyak jenis tas kertas atau tas kain yang dijual di pasaran. Setiap kali anda berbelanja baik itu pasar tradisional maupun pasar modern, usahakan untuk membawa tas belanjaan ini sehingga anda dapat mengurangi penggunaan sampah plastik yang ada.

Sebagai kesimpulan, polusi plastik sebenarnya disebabkan karena tidak baiknya sistem manajemen pengelolaan limbah plastik. Oleh karenanya, salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah dengan memanajemen penggunaan plastik oleh satu orang individu maupun kelompok. Semoga langkah ini bermanfaat bagi individu dan masyarakat banyak.

Tuesday, December 19, 2017

Mengurangi Polusi Plastik dengan Mikroorganisme Laut

Orchestia gammarellus mampu mengurai plastik
Kenalkan, Orchestia gammarellus, organisme laut yang telah diteliti oleh ilmuwan dari Universitas Plymouth memiliki kemampuan untuk mengurai plastik. Kemampuan penguraiannya tergolong luar biasa karena mampu mengurai plastik belanjaan sebanyak 1,75 juta bagian. Kehadiran organisme ini tentu membantu manusia untuk mengurangi dampak polusi plastik, khususnya di wilayah perairan laut dan tawar.

Dirasah Ilmu – Sampah plastik setiap harinya mengkontaminasi wilayah perairan baik laut maupun air tawar. Jutaan ton sampah plastik saat ini mengalir dan mengambang di laut dan sungai mengakibatkan polusi plastik. Dampaknya selain terjadinya banjir di beberapa daerah yang disebabkan oleh pemampatan aliran air, polusi plastik meracuni kehidupan di laut. Sampah plastik seringkali dianggap sebagai ubur-ubur oleh beberapa organisme laut seperti penyu, ikan paus dan beberapa jenis burung laut. Tentunya, hal ini dapat merusak ekosistem laut sehingga berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri.

Plastik merupakan material yang dibuat dari proses polimerasi. Susunan polimer plastik terdiri dari unsur-unsur yang tergolong karsinogenik. Di lain hal, plastik sulit untuk terurai karena unsur-unsur penyusunnya bukanlah material organik sehingga dibutuhkan jangka waktu yang lama agar ia terurai. Namun, penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Plymouth menyatakan bahwa ada 700 organisme laut yang mampu mengurai plastik, dan salah satunya adalah Orchestia gammarelus. Meskipun demikian, jutaan ton plastik terus diproduksi setiap harinya untuk berbagai jenis keperluan, khususnya di sektor perbelanjaan dan transportasi barang.

Kehadiran Orchestia gammarellus ini menjadi salah satu solusi dalam mengurangi dampak polusi plastik yang terjadi saat ini. Organisme laut ini sering ditemukan di wilayah utara dan barat Eropa. Melalui penelitian yang dilakukan tak hanya plastik konventional, plastik biodegradable dan non-degradable plastik dapat diurai oleh organisme laut ini. Hanya saja, hasil uraiannya akhirnya juga dalam bentuk polusi karena banyak potongan-potongan kecil plastik di wilayah tempat organisme tersebut berada.

Orchestia gammarellus termasuk dalam keluarga talitridae yang berhabitat di pasir pantai. Persebaran organisme laut ini berada di wilayah-wilayah seperti Norwegia dan Islandia khususnya diwilayah utara. Selain di beberapa wilayah pantai Eropa, hewan ini juga ditemukan di bagian tenggara benua Afrika serta laut mediteranean dan laut hitam. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Plymouth menunjukkan bahwa kemampuan penguraian sampah plastik oleh Orchestia gammarellus ini empat kali lebih cepat berdasarkan jumlah biofilm yang diobservasi.

Sebagai kesimpulan, adanya organisme laut yang mampu mengurai plastik ini tentu membantu kita dalam penanganan sampah plastik. Namun demikian, penguraian sampah plastik oleh organisme ini hanya dapat dilakukan di wilayah perairan laut. Sementara, polusi plastik juga muncul di area-area perkotaan khususnya di sungai-sungai kota dan drainase. Oleh karenanya, tak hanya pemanfaatan Orchestia gammarellus saja yang dilakukan, perlu ada beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi sampah plastik di bumi.

Thursday, December 14, 2017

Melelehnya es di Antartika berdampak besar di beberapa kota di Amerika Serikat

Es di lepas pantai Sabrina Antartika berdampak besar pada Florida
(credit to Steffen Saustraup, University of Texas Institute for Geophysics)
Salah satu pengaruh pemanasan global melalui peningkatan suhu bumi ialah melelehnya bongkahan atau lembaran-lembaran es di kutub utara. Selanjutnya, hal ini dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut yang dapat mengurangi daratan di dunia, dan salah satu yang berdampak signifikan ialah kota-kota di Amerika Serikat.

Dirasah Ilmu – Di wilayah Antartika saat ini, keadaan lembaran es sepertinya tidak stabil seperti yang diprediksi saat ini. Dengan semakin meningkatnya temperature bumi, resiko meningkatnya permukaan air laut akibat melelehnya es di kutub utara juga semakin tinggi. Wilayah-wilayah yang akan terkena dampak secara langsung ialah wilayah yang dekat dengan kutub utara ataupun negara-negara dengan kepulauan seperti Indonesia maupun negara-negara pulau kecil di asia-pasifik. Keadaan ini juga diperparah dengan adanya gas rumah kaca lainnya yaitu gas metana.

Namun, saat ini yang menjadi kekhawatiran bagi publik Amerika Serikat berupa adanya kemungkinan wilayah Amerika Serikat khususnya di pantai barat mengalami dampak yang signifikan akibat lelehan lembaran es di wilayah timur antartika. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Universitas of Texas at Austin dan Universitas of South Florida di Aurora Subglacial Basin, Sabrina Coast menunjukkan kestidakstabilan gletser di wilayah ini. Es-es, khususnya lembaran es di wilayah ini, sangat dinamis dan sering terjadi muncul dan tenggelam lembaran es di lautan.

Lepas pantai Sabrina masih terisolir dan survey yang dilakukan oleh kedua universitas ini merupakan survey pertama sejak ditemukan di tahun 1839.

Persoalan yang didapatkan adalah Sabrina coast berdampak langsung di wilayah Amerika Serikat, khususnya Florida. Seperti yang dilansir di laman EurekAlert, kenaikan suhu bumi berdampak pada kenaikan permukaan air laut. Konsekuensinya, beberapa wilayah di Florida akan direndam oleh air laut akibat melelehnya lembaran es tersebut. Berdasarkan survey yang dilakukan, diprediksi bahwa sekitar 30-45 centimeter air laut akan merendam daratan Florida. Selain itu, dengan dinamisnya pergerakan lembaran es juga akan mengakibatkan perubahan kondisi geografis dan iklim di wilayah Florida itu sendiri.

Sebagai kesimpulan, pemanasan global akibat terjadinya peningkatan gas rumah kaca memang tidak berdampak langsung pada kondisi air laut di bumi. Akan tetapi, dampak langsungnya berada pada dinamisnya pergerakan lempengan-lempengan es yang ada di Antartika. Tenggelam dan munculnya lembaran es tersebut menunjukkan ketidakstabilan ekosistem yang dapat menyebabkan persoalan lingkungan.